MEMBUAT
BATRE DARI KENTANG
Tujuan Penelitian
Tujuan
dilaksanaknnya penelitian ini adalah:
1.
Mengetahui
kandungan listrik pada kentang.
2.
Mengetahui
cara agar kentang dapat menghasilkan listrik.
LANDASAN TEORI
A. Mengenal
Kentang
Solanum tuberosum adalah nama ilmiah dari kentang.
Ahli taksonomi memasukan kentang ke dalam kelas Dicotyledoneae, bangsa/ordo Tubiflorae,
suku/famili Solanaceae atau tanaman
berbunga terompet, marga / genus Solanum,
dan jenis /spesies Solanum tuberosum.
Nama kentang adalah sebutan umbi
tersebut di dalam bahasa indonesia. Jadi, nama kentang bukanlah nama
satu-satunya yang dimiliki tumbuhan berumbi yang kayak akan karbohidrat
tersebut. Selain nama itu, masih banyak nama yang lain lagi. Misalnya di Jawa
Barat, tanaman kentang disebut luwi
kumeli, dan masih banyak lagi.
Kentang merupakan tanaman setahun,
yang berbentuk menyemak dan bersifat menjalar. Semua bagian tanaman tersebut
mengandung racun solanian. Begitu pula umbinya, yaitu ketika memasuki masa
bertunas. Namun bagian umbi ini bila telah berusia tua atau siap dipanen, racun
ini akan berkurang dan bahkan bisa hilang, sehingga aman untuk dikonsumsi.
B. Kandungan
Mineral pada Kentang
Menurut Medical Board,
kentang mengandung lebih banyak kalium dibandingkan sayuran segar
lainnya, bahkan lebih banyak dari buah pisang. Satu kentang memiliki hampir 900
mg yang merupakan 20% kalium yang manusia butuhkan setiap harinya. Kalium
adalah zat yang sangat penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh.
Energi kentang lebih rendah dibandingkan beras. Namun, jika
dibandingkan dengan umbi-umbian yang lain seperti singkong, ubi jalar, dan
talas, komposisi gizi kentang masih relatif lebih baik. Kentang merupakan
satu-satunya jenis umbi yang kaya vitamin C, kadarnya mencapai 31 mg per 100 gram
dari bagian kentang yang dapat dimakan. Umbi-umbian lainnya sangat sedikit
mengandung vitamin C. Kebutuhan vitamin C sehari 60 mg, untuk memenuhinya cukup
dengan memakan 200 gram kentang. Kadar vitamin lain yang cukup menonjol B1
(vtiamin). Dengan mengkonsumsi sebuah umbi kentang yang berukuran sedang,
sepertiga kebutuhan vitamin C (33%) telah tercapai. Demikian juga halnya dengan
sebagian besar kebutuhan akan vitamin B dan zat besi.
Kandungan air per 100 gram kentang ialah 82 gram, dengan
nilai protein sebanyak 2 gram, kalori sebanyak 70 kkal, dan karbohidrat
sebanyak 19 gram. Selain kandungan-kandungan tersebut, kentang juga memiliki
kandungan lain seperti zat besi dan riboflavin
yang penting bagi tubuh.
Menurut pendapat Eric Manajer operasional semikonduktor/produk
komunikasi. Kentang juga mengandung zat pati, garam dapur (NaCl) dan air (H2O).
Yang dimana sebuah larutan elektrolit itu mempunyai tiga kmponen yaitu asam, basa, dan garam.
C. Energi
Listrik
Energi
listrik adalah energi yang disebabkan oleh mengalirnya muatan listrik di dalam
sebuah rangkaian. Suatu energi listrik harus memiliki arus listrik yang
berfungsi sebagai penghantar aliran muatan listrik, arus listrik mengalir
karena adanya beda potensial listrik atau tegangan listrik. Dalam arus listrik
arah muatan negatif (elektron) berlawanan arah dengan muatan positif (proton).
Kuat arus listrik dapat di ukur menggunakan Amperemeter yang di ukur dalam
rangkaian seri, sedangkan tegangannya dapat diukur dengan Voltmeter.
Alat
dan Bahan
Pada percobaan ini alat dan bahan yang digunakan adalah :
1. 2 Buah Kentang yang sudah di rebus
berfungsi sebagai batre
2. 1 Buah lampu LED berfungsi untuk
membuktikan adanya arus lisrik
3. 1 Meter kabel berfungsi untuk menyambungkan
dari kentang yang satu dengan kentang yang lain melalu katode dan anode
4. 4 Buah Koin berfungsi sebagai katode
yang di pasang pada kentang
5. 4 Buah Paku Payung berfungsi sebagai
anode di pasang pada kentang
6. 8 Buah Penjepit Buaya berfungsi
sebagai penyambungkabel untuk menjepit pada katode dan anode.
Langkah-langkah
pembuatan:
1. Rebus kentang terlebih dahulu hingga
matang
2. Siapkan alat-alat yang akan
digunakan
3. Setelah kentang matang, kentang
dibelah jadi dua bagian
4. Potong bagian ujung kanan dan ujung
kiri kabel lalu sambungkan pada penjepit buaya dan ujung lainnya dililitkan
pada paku payung.
5. Tancabkan koin kedalam kentang dan
tancabkan juga paku payung ke dalam kentang.
6. Kemudian koin dijepit dengan
penjepit buaya yang telah di beri kabel
7. Rangkai dengan benar dan jangan sampai
terbalik
8. Lihat apa yang terjadi
Simpulan
Dari hasil penelitian mengenai kandungan listrik pada
kentang, maka kami menyimpulkan 3
kesimpulan, diantaranya adalah:
1. Kentang dapat menghasilkan listrik.
Hal ini teramati dari menyalanya lampu LED (Light Emitting Diode).
2. Adanya listrik pada kentang
dikarenakan kentang tersebut mengandung garam dan air, dimana suatu garam
apabila bereaksi dengan air akan menjadi larutan garam yang dapat menghasilkan
listrik atau disebut dengan larutan elektrolit.
3. Kandungan listrik pada kentang
dikarenakan adanya reaksi ionisasi pada senyawa ion yang disebut dengan disosiasi. Senyawa ion tersebut tersusun
atas ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Reaksi ionisasi menyebabkan
ion tersebut bergerak bebas. Gerakan ion bebas pada kentang tersebut yang
menyebabkan kentang dapat menghasilkan listrik.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Grafindo Media Pratama, Buku
Intan dan http://myeyhamithaa.blogspot.co.id/2013/09/laporan-baterai-jeruk-nipis-dan-kentang.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar