Selasa, 08 Maret 2016



MEMBUAT BATRE DARI KENTANG

Tujuan Penelitian
Tujuan dilaksanaknnya penelitian ini adalah:
1.      Mengetahui kandungan listrik pada kentang.
2.      Mengetahui cara agar  kentang dapat  menghasilkan listrik.

LANDASAN TEORI

A.   Mengenal Kentang

 Solanum tuberosum adalah nama ilmiah dari kentang. Ahli taksonomi memasukan kentang ke dalam kelas Dicotyledoneae, bangsa/ordo Tubiflorae, suku/famili Solanaceae atau tanaman berbunga terompet, marga / genus Solanum, dan jenis /spesies Solanum tuberosum.
Nama kentang adalah sebutan umbi tersebut di dalam bahasa indonesia. Jadi, nama kentang bukanlah nama satu-satunya yang dimiliki tumbuhan berumbi yang kayak akan karbohidrat tersebut. Selain nama itu, masih banyak nama yang lain lagi. Misalnya di Jawa Barat, tanaman kentang disebut luwi kumeli, dan masih banyak lagi.
Kentang merupakan tanaman setahun, yang berbentuk menyemak dan bersifat menjalar. Semua bagian tanaman tersebut mengandung racun solanian. Begitu pula umbinya, yaitu ketika memasuki masa bertunas. Namun bagian umbi ini bila telah berusia tua atau siap dipanen, racun ini akan berkurang dan bahkan bisa hilang, sehingga aman untuk dikonsumsi.

B.   Kandungan Mineral pada Kentang

Menurut Medical Board,  kentang mengandung lebih banyak kalium dibandingkan sayuran segar lainnya, bahkan lebih banyak dari buah pisang. Satu kentang memiliki hampir 900 mg yang merupakan 20% kalium yang manusia butuhkan setiap harinya. Kalium adalah zat yang sangat penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh.
Energi kentang lebih rendah dibandingkan beras. Namun, jika dibandingkan dengan umbi-umbian yang lain seperti singkong, ubi jalar, dan talas, komposisi gizi kentang masih relatif lebih baik. Kentang merupakan satu-satunya jenis umbi yang kaya vitamin C, kadarnya mencapai 31 mg per 100 gram dari bagian kentang yang dapat dimakan. Umbi-umbian lainnya sangat sedikit mengandung vitamin C. Kebutuhan vitamin C sehari 60 mg, untuk memenuhinya cukup dengan memakan 200 gram kentang. Kadar vitamin lain yang cukup menonjol B1 (vtiamin). Dengan mengkonsumsi sebuah umbi kentang yang berukuran sedang, sepertiga kebutuhan vitamin C (33%) telah tercapai. Demikian juga halnya dengan sebagian besar kebutuhan akan vitamin B dan zat besi.
Kandungan air per 100 gram kentang ialah 82 gram, dengan nilai protein sebanyak 2 gram, kalori sebanyak 70 kkal, dan karbohidrat sebanyak 19 gram. Selain kandungan-kandungan tersebut, kentang juga memiliki kandungan lain seperti zat besi dan riboflavin yang penting bagi tubuh.
Menurut pendapat Eric Manajer operasional semikonduktor/produk komunikasi. Kentang juga mengandung zat pati, garam dapur (NaCl) dan air (H2O). Yang dimana sebuah larutan elektrolit itu mempunyai tiga kmponen yaitu  asam, basa, dan garam.

C.   Energi Listrik

Energi listrik adalah energi yang disebabkan oleh mengalirnya muatan listrik di dalam sebuah rangkaian. Suatu energi listrik harus memiliki arus listrik yang berfungsi sebagai penghantar aliran muatan listrik, arus listrik mengalir karena adanya beda potensial listrik atau tegangan listrik. Dalam arus listrik arah muatan negatif (elektron) berlawanan arah dengan muatan positif (proton). Kuat arus listrik dapat di ukur menggunakan Amperemeter yang di ukur dalam rangkaian seri, sedangkan tegangannya dapat diukur dengan Voltmeter.



Alat dan Bahan

Pada percobaan ini alat dan bahan yang digunakan adalah :
1.      2 Buah Kentang yang sudah di rebus berfungsi sebagai batre
2.      1 Buah lampu LED berfungsi untuk membuktikan adanya arus lisrik
3.      1 Meter kabel berfungsi untuk menyambungkan dari kentang yang satu dengan kentang yang lain melalu katode dan anode
4.      4 Buah Koin berfungsi sebagai katode yang di pasang pada kentang
5.      4 Buah Paku Payung berfungsi sebagai anode di pasang pada kentang
6.      8 Buah Penjepit Buaya berfungsi sebagai penyambungkabel untuk menjepit pada katode dan anode.

Langkah-langkah pembuatan:
1.      Rebus kentang terlebih dahulu hingga matang
2.      Siapkan alat-alat yang akan digunakan
3.      Setelah kentang matang, kentang dibelah jadi dua bagian
4.      Potong bagian ujung kanan dan ujung kiri kabel lalu sambungkan pada penjepit buaya dan ujung lainnya dililitkan pada paku payung.
5.      Tancabkan koin kedalam kentang dan tancabkan juga paku payung ke dalam kentang.
6.      Kemudian koin dijepit dengan penjepit buaya yang telah di beri kabel
7.      Rangkai dengan benar dan jangan sampai terbalik
8.      Lihat apa yang terjadi




Simpulan

Dari hasil penelitian mengenai kandungan listrik pada kentang, maka kami menyimpulkan  3 kesimpulan, diantaranya adalah:
1.      Kentang dapat menghasilkan listrik. Hal ini teramati dari menyalanya lampu LED (Light Emitting Diode).
2.      Adanya listrik pada kentang dikarenakan kentang tersebut mengandung garam dan air, dimana suatu garam apabila bereaksi dengan air akan menjadi larutan garam yang dapat menghasilkan listrik atau disebut dengan larutan elektrolit.
3.      Kandungan listrik pada kentang dikarenakan adanya reaksi ionisasi pada senyawa ion yang disebut dengan disosiasi. Senyawa ion tersebut tersusun atas ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Reaksi ionisasi menyebabkan ion tersebut bergerak bebas. Gerakan ion bebas pada kentang tersebut yang menyebabkan kentang dapat menghasilkan listrik.

DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar