MAKALAH
“ASAL
USUL KEHIDUPAN”
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Seperti
yang telah kita ketahui bahwa zaman modern ini makhluk hidup khususnya manusia
telah mempelajari berbagai macam Ilmu Pengetahuan Alam. Akan tetapi pada tahap
pembelajarannya manusia selalu mendapatkan masalah dan perbedaan
pendapatmengenai sesuatu yang dipelajarinya, yaitu dalam hal mempelajari Asal
Usul Kehidupan di Muka Bumi yang menjadi permasalahan sejak berabad-abad tahun
yang lalu hingga sekarang. Banyak terdapat teori atau paham-paham yang
dikemukakan oleh para ilmuan mengenai hal ini. Namun semuanya belum dapat
memberikan jawaban yang pasti. Sebenarnya sudah sejak jaman yunani kuno manusia
berusaha memberikan jawaban terhadap asal usul kehidupan di muka bumi namun
jawaban itu umumnya hanya dongeng atau mitos. Oleh karena itu, melalui makalah
ini akan disampaikan beberapa teori asal usul kehidupan di muka bumi sebagai bahan
kajian untuk mengenal lebih jauh sejarah awal mula kehidupan di dunia, dengan
harapan kita akan lebih memahami tentang asal usul kehidupan di muka bumi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian di atas, masalah-masalah yang ingin kami jelaskan dan sampaikan adalah
sebagai berikut :
·
Bagaimana asal usul kahidupan di
muka bumi?
·
Kapan mulai ada kehidupan di muka
bumi?
·
Dari mana asal usul kehidupan di
muka bumi?
·
Bagaimana sejarah pembentukan bumi
berdasarkan jaman?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. ASAL
MULA KEHIDUPAN DI BUMI
Awal
mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini
penuh dengan makhluk-makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi
kehidupan di dunia ini. Sejarah kehidupan dibumi dapat diungkap melalui
fosil. Fosil telah menjadi bukti yang paling kuat untuk menjelaskan tentang
kejadian makroevolusi. Makroevolusi merupakan perubahan dalam skala besar
diatas tingkatan spesies yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat
lama. Kebanyakan fosil ditemukan tertanam dalam batuan sediment. Melalui
prose alami yang panjang, sediment-sedimen dapat tersusun secara berlapis-lapis
membentuk strata (tingkatan). Setiap lapisan strata, disebut catatan fosil
berguna bagi ilmuwan untuk menjelaskan sejarah kehidupan
dibumi. Studi kasus yang mempelajari catatan fosil disebut paleontology.
Dibawah ini adalah beberapa teori asal mula kehidupan dibumi.
Bumi
kita dahulu terbentuk dalam keadaan hangat dan pijar yang secara perlahan –
lahan bumi mengadakan kondensasi atau lebih dingin sehingga pada suatu saat
terbentuklah kerak atau kulit bumi. Bagian yang berbentuk cair membentuk
samudera atau hidrosfer, sedangkan bagian yang berbentuk gas disebut atmosfer
dan yang berbentuk padat disebut litosfer. Lapisan bumi yang dihuni oleh
berbagai makhluk hidup melangsungkan kehidupannya disebut biosfer. Dalam
kehidupan makhluk hidup tersebut, terbentuk suatu sistem hubungan antara
makhluk hidup dengan materi dan energi yang mengelilinginya. Ciri – ciri sebuah
benda hidup atau makhluk hidup ialah :
- Melakukan pertukaran zat atau metabolisme, yakni adanya zat yang masuk dan keluar.Tumbuh atau bertambah besar karena pertambahan dari dalam dan bergerak.
- Melakukan reproduksi atau berkembangbiak.
- Memiliki irabilitas atau kepekaan terhadap rangsangan dan memberikan reaksi terhadap rangsangan itu.
- Memiliki kemampuan mengadakan adaptasi terhadap lingkungan.
Secara
perlahan-lahan bumi mengadakan kondensasi atau menjadi lebih dingin sehingga
pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Yang berbentuk cair
membentuk samudra atau hidrosfer, yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang
berbentuk padat disebut litosfer. Pada saat ini kulit bumi tersebut dihuni oleh
berbagai jenis makhluk hidup yang beraneka ragam. Lapisan bumi yang dihuni oleh
berbagai makhluk hidup itu kita sebut biosfer. Banyak terdapat teori
maupun paham-paham yang dikemukakan oleh para ilmuan mengenai teori awal mula
kehidupan di dunia. Namun semuanya belum dapat memberikan jawaban yang pasti.
Sebenarnya sudah sejak zaman Yunani Kuno manusia berusaha memberikan jawaban
terhadap awal mula kehidupan di muka bumi ini. Namun, jawaban itu umumnya hanya
berupa dongeng atau mitos belaka. Berikut ini dikemukakan beberapa teori-teori
awal mula makhluk hidup di dunia, sebagai bahan kajian kita untuk mengenal
lebih jauh sejarah awal mula kehidupan di dunia.
Usia
Bumi kurang lebih adalah 3000 juta tahun , namun hadirnya kehidupan diatas bumi
barulah sekitar 2000 tahun, dan berwal dari mahluk yang sangat sederhana. Hal
itu diketahui berdasarkan penelitian dan analisis dengan menggunakan metode
perbandingan zat radioaktif dengan zat hasil seluruhnya. Dengan metode itu pula
diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang
lalu. Dari berbagai penelitian terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang
telah menunjukan tanda – tanda kehidupan atau fosil. Kita mengenal beberapa
hipotesis tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang
dikemukakan para ahli tidak terlepas dari cara penalaran seseorang dari zaman
ke zaman, oleh karena itu ada beberapa hipotesis yang agak kurang tepat
kedengarannya. Namun sebaliknya, ada beberapa hipotesis yang benar bila
ditinjau dari segi logika.
B. KAPAN MULAI ADA KEHIDUPAN DI BUMI
Usia Bumi kurang lebih adalah 3000 juta tahun , namun hadirnya kehidupan diatas
bumi barulah sekitar 2000 tahun , dan berwal dari mahluk yang sangat sederhana.
Hal itu diketahui berdasarkan penelitian dan analisis dengan menggunakan metode
perbandingan zat radioaktif dengan zat hasil seluruhnya. Denganmetode itu pula
diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang
lalu. Dari penelitian berbagai penelitian terdapat batuan yang berumur 3,5 juta
tahun yang telah menunjukan tanda - tanda kehidupan atau fosil.
C. DARI
MANA ASAL KEHIDUPAN DI BUMI
Kita
mengenal beberapa hipotesis tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa
hipotesis yang dikemukakan para ahli tidak terlepas dari cara penalaran
seseorang dari zaman ke zaman, oleh karena itu ada beberapa hipotesis yang agak
kurang tepat kedengarannya. Namun sebaliknya, ada beberapa hipotesis yang benar
bila ditinjau dari segi logika. Berikut beberapa hipotesis atau teori tentang
dari mana asal kehidupan di Bumi :
1. Hidup dari Tuhan
Pendapat ni lebih dikenal dengan paham , Penciptaan Khusus
yang mengandung arti bahwa Tuhan Langsung turun tangan . Ilmuwan Tidak menolak
anggapan ini , tetapi semacam itu diluar taraf dan batas ilmu pengetahuan.
Pendapat ini Dikenal dengan sebutan Teori Transedental , yang berpendapat bahwa
semua ciptaan dari sisi “Religi “ adalah Ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan itu
luar jangkauan sains.
2. Teori Cozmozoa
Teori ini mengatakan bahwa Mahluk Hidup Berasal Dari Luar
Angkasa , Diperkirakan suatu benda berat telah menyebarkan benda hidup dan
benda hidup itu meruapakan suatu partikel – partikel kecil. Teori ini
berdasarkan dua asumsi :
§
Benda hidup itu ada / telah ada di
suatu tempat dalam alam semesta ini
§
Hidup itu dapat dipertahankan selama
perjalanan antarbenda angkasa di bumi
3. Teori Fluger
Teori menyatakan bahwa Bumi itu berasal dari suatu materi
yang sangat panas sekali , yang mengandung Karbon dan Nitrogen sehingga
terbentuk Cyanogen . Senyawa itu dapat terjadi pada suhu yang sangat tinggi ,
dan selanjutnya terbentuk zat protein protoplasma yang menjadi mahluk hidup.
4. Teori Moore
Teori ini menyatakan bahwa Hidup dapat muncul dari kondisi
yang cocok atau pas dari bahan Organik pada saat bumi mengalami pendinginan
dalam kondisi tersebut muncullah hidup itu .
5. Teori Allen
Bahwa saat keadaan berdifusi ( bumi itu keadaannya seperti
sekarang ), beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar
matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom ,
Interaksi antara Nitrogen , Karbon , Hidrogen , Oksigen dan Sulfur , yang
nantinya akan membentuk zat – zat yang difus yang akhirnya membentuk potoplasma
benda hidup.
6. Generatio Spontane
Sebelum abad 17 orang menganggap bahwa makhluk hidup itu
terbentuk secara spontan atau terbentuk dengan sendirinya.
7. Omne Vivum Ex Ovo
Fransisco Redi (1626-1697) ahli biologi bangsa Italia dapat
membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat yang
meletakan telurnya dengan sengaja di situ. Dari berbagai percobaannya yang
serupa ia memperoleh kesimpulan yang serupa yaitu bahwa asal mula kehidupan itu
adalah telur atau omne vivum ex ovo.
8. Omne Ovo Ex Vivo
Lazzaro Spallanzani (1729 - 1799) juga ahli bangsa Italia
dengan percobaannya terhadap kaldu, membuktikan bahwa jasad renik atau
mikroorganisme yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu itu. Bila kaldu
ditutup rapat setelah mendidih maka tidak terjadi pembusukan. Ia mengambil
kesimpulan bahwa untuk adanya telur harus ada jasad hidup terlebih dahulu. Maka
muncullah teorinya omne ovo ex vivo atau telur itu berasal dari makhluk hidup.
9. Omne Vivum Ex Vivo
Louis Pasteur (1822-1895) sarjana kimia Perancis melanjutkan
percobaan Spallanzani dengan percobaan berbagai mikroorganisme. akhirnya ia
berkesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya, agar tumbuh kehidupan yang
baru atau disebut omne vivum ex vivo. Teori ini disebut juga teori Biogenesis
dengan konsep dasar bahwa yang hidup itu tentu berasal dari yang hidup juga.
Dengan teori biogenesis ini maka teori abiogenesis ditinggalkan orang. Akan
tetapi dengan demikian asal mula kehidupan mulai kembali menjadi masalah yang
belum terungkap, namun hampir semua para ahli sependapat bahwa asal mula
kehidupan itu timbul di bumi kita ini, bukan dari angkasa luar.
10. Teori
Urey
Harold Urey (1893) seorang ahli kimia dari Amerika Serikat
mengemukakan bahwa atmosfer bumi pada awal mulanya kaya akan gas-gas metana
(CH4), amoniak (NH3), hidrogen (H2) dan air (H2O). Zat-zat itu merupakan
unsur-unsur penting yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Diduga karena
adanya energi dari aliran listrik halilintar dan radiasi sianr kosmos
unsur-unsur itu mengadakan reaksi-reaksi kimia membentuk zat-zat hidup. Zat
hidup yang mula-mula terbentuk kira-kira sama dengan keadaan virus yang kita
kenal sekarang. Zat itu berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai jenis
organisme.
11. Teori
Oparis Haldane
Alenxande I. Oparin , ahli biologi Rusia mempublikasikan
tentang asal mula kehidupan , Rangkuman pendapat itu adalah jasad hidup
terbentuk dari senyawa kimiawi dalam laut pada saat atmosfer bumi belum
mengandung oksigen bebas . Senyawa terebut ( asam Amino sederhana , Purin ,
basa pirimidin serta senyawa senyawa golongan gula , kemudian terbentuk pula
senyawa polipedia asam- asam polinuleat dan polisakarida yang semuanya terbntuk
berkat bantuan sinaqr ultraviolet , kilatan listrik , panas dan radiasi
Jasad
Hidup Pertama disebut protobion, yang hidup dalam laut kira-kira 5-10 meter
dibwah permukaan laut . Ditempat itulah mereka terhindar dari sinar ultraviolet
intensitas tinggi dan sinar matahari yang mematikan . Ketika jasad hidup
berkembang menjadi lebih sempurna dan mampu memproduksi oksigen maka lama
kelamaan terdapat lapisan pelindung berupa Ozon di atmosfer bumi kemudian ,
kehidupan merayap di pantai dan akhirnya memenuhi daratan Teori ini kembali ke
teori Generatio Spontane tapi melalui proses evolusi ratusan juta tahun
lamanya.
D. SEJARAH
PEMBENTUKAN BUMI BERDASARKAN ZAMAN
a. Masa Arkeozoikum (4,5 – 2,5 milyar
tahun lalu)
Arkeozpoikum artinya Masa Kehidupan Purba, Masa Arkeozoikum
(Arkean) merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian
berkembang menjadi protokontinen. Batuan masa ini ditemukan di
beberapa bagian dunia yang lazim disebut kraton/perisai benua. Coba perhatikan,
masa ini adalah masa pembentukan kerakbumi. Jadi kerakbumi terbentuk setelah
pendinginan bagian tepi dari “balon bumi” (bakal calon bumi). Plate tectonic /
Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini. Lingkungan
hidup mas itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas. Batuan
tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini juga merupakan
awal terbentuknya Indrosfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif
di dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil tertua
yang telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur
kira-kira 3.500.000.000 tahun.
b. Masa Proterozoikum (2,5 milyar – 290
juta tahun lalu)
Proterozoikum artinya masa kehidupan awal. Masa
Proterozoikum merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Pada masa ini
kehidupan mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak
(enkaryotes dan prokaryotes). Enkaryotes ini akan menjadi tumbuhan dan
prokaryotes nantinya akan menjadi binatang. Menjelang akhir masa ini organisme
lebih kompleks, jenis invertebrata bertubuh lunak seperti ubur-ubur, cacing dan
koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang bukti-buktinya dijumpai sebagai
fosil sejati pertama. Masa Arkeozoikum dan Proterozoikum bersama-sama dikenal
sebagai masa Pra-Kambrium. Zaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu). Kambrium
berasal dari kata “Cambria” nama latin untuk daerah Wales di Inggeris sana,
dimana batuan berumur kambrium pertama kali dipelajari. Banyak hewan
invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada
di lautan. Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai
pelindung. Fosil yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga,
Cacing, Sepon, Koral, Moluska, Ekinodermata, Brakiopoda dan Artropoda
(Trilobit). Sebuah daratan yang disebut Gondwana (sebelumnya pannotia)
merupakan cikal bakal Antartika, Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan
Amerika Selatan. Sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Tanah Hijau masih berupa
benua-benua kecil yang terpisah.
c. Zaman Ordovisium (500 – 440 juta
tahun lalu)
Zaman Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang
(hewan bertulang belakang paling tua) dan beberapa hewan bertulang belakang
yang muncul pertama kali seperti Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (Landak Laut), Asteroid
(Bintang Laut), Krinoid (Lili Laut) dan Bryozona. Koral dan Alga berkembang
membentuk karang, dimana trilobit dan Brakiopoda mencari mangsa. Graptolit dan
Trilobit melimpah, sedangkan Ekinodermata dan Brakiopoda mulai menyebar.
Meluapnya Samudra dari Zaman Es merupakan bagian peristiwa dari zaman ini.
Gondwana dan benua-benua lainnya mulai menutup celah samudera yang berada di
antaranya.
d. Zaman Silur (440 – 410 juta tahun
lalu)
Zaman silur merupakan waktu peralihan kehidupan dari air ke
darat. Tumbuhan darat mulai muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita
(tumbuhan paku). Sedangkan Kalajengking raksasa (Eurypterid) hidup berburu di
dalam laut. Ikan berahang mulai muncul pada zaman ini dan banyak ikan mempunyai
perisai tulang sebagai pelindung. Selama zaman Silur, deretan pegunungan mulai
terbentuk melintasi Skandinavia, Skotlandia dan Pantai Amerika Utara
e. Zaman Devon (410-360 juta tahun
lalu)
Zaman Devon merupakan zaman perkembangan besar-besaran jenis
ikan dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai
pemangsa di dalam lautan. Serbuan ke daratan masih terus berlanjut selama zaman
ini. Hewan Amfibi berkembang dan beranjak menuju daratan. Tumbuhan darat
semakin umum dan muncul serangga untuk pertama kalinya. Samudera menyempit
sementara, benua Gondwana menutupi Eropa, Amerika Utara dan Tanah Hijau (Green
Land).
f. Zaman Karbon (360 – 290 juta tahun
lalu)
Reptilia muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan
telurnya di luar air. Serangga raksasa muncul dan ampibi meningkat dalam
jumlahnya. Pohon pertama muncul, jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda
tumbuh di rawa-rawa pembentuk batubara. Pada zaman ini benua-benua di muka bumi
menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut Pangea, mengalami perubahan
lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan. Di belahan bumi utara, iklim tropis
menghasilkan secara besar-besaran, rawa-rawa yang berisi dan sekarang tersimpan
sebagai batubara.
g. Zaman Perm (290 -250 juta tahun
lalu)
“Perm” adalah nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan
Ural, Rusia. Reptilia meningkat dan serangga modern muncul, begitu juga
tumbuhan konifer dan Grikgo primitif. Hewan Ampibi menjadi kurang begitu
berperan. Zaman perm diakhiri dengan kepunahan micsa dalam skala besar,
Tribolit, banyak koral dan ikan menjadi punah. Benua Pangea bergabung bersama
dan bergerak sebagai satu massa daratan, Lapisan es menutup Amerika Selatan,
Antartika, Australia dan Afrika, membendung air dan menurunkan muka air laut.
Iklim yang kering dengan kondisi gurun pasir mulai terbentuk di bagian utara
bumi.
h. Zaman Trias (250-210 juta tahun
lalu)
Gastropoda dan Bivalvia meningkat jumlahnya, sementara
amonit menjadi umum. Dinosaurus dan reptilia laut berukuran besar mulai muncul
pertama kalinya selama zaman ini. Reptilia menyerupai mamalia pemakan daging
yang disebut Cynodont mulai berkembang. Mamalia pertamapun mulai muncul saat
ini. Dan ada banyak jenis reptilia yang hidup di air, termasuk penyu dan
kura-kura. Tumbuhan sikada mirip palem berkembang dan Konifer menyebar. Benua
Pangea bergerak ke utara dan gurun terbentuk. Lembaran es di bagian selatan
mencair dan celah-celah mulai terbentuk di Pangea.
i. Zaman Jura (210-140 juta tahun lalu)
Pada zaman ini, Amonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia meningkat
jumlahnya. Dinosaurus menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan
dan Pterosaurus merajai angkasa. Banyak dinosaurus tumbuh dalam ukuran yang
luar biasa. Burung sejati pertama (Archeopterya) berevolusi dan banyak jenis
buaya berkembang. Tumbuhan Konifer menjadi umum, sementara Bennefit dan Sequola
melimpah pada waktu ini. Pangea terpecah dimana Amerika Utara memisahkan diri
dari Afrika sedangkan Amerika Selatan melepaskan diri dari Antartika dan
Australia. zaman ini merupakan zaman yang paling menarik anak-anak setelah
difilmkannya Jurrasic Park.
j. Zaman Kapur (140-65 juta tahun lalu)
Banyak dinosaurus raksasa dan reptilia terbang hidup pada
zaman ini. Mamalia berari-ari muncul pertama kalinya. Pada akhir zaman ini
Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit dan Belemnit
punah. Mamalia dan tumbuhan berbunga mulai berkembang menjadi banyak bentuk
yang berlainan. Iklim sedang mulai muncul. India terlepas jauh dari Afrika
menuju Asia. zaman ini adalah zaman akhir dari kehidupan biantang-binatang
raksasa.
k. Zaman Tersier (65 – 1,7 juta tahun
lalu)
Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan
seperti munculnya primata dan burung tak bergigi berukuran besar yang
menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan
echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Tumbuhan
berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi menghasilkan banyak variasi
tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput.Pada zaman Tersier
– Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan saling berganti seiring
dengan perubahan cuaca secara global
l. Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu –
sekarang)
Zaman Kuarter terdiri dari kala Plistosen dan Kala Holosen.
Kala Plistosen mulai sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000
tahun yang lalu. Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai
sekarang.Pada Kala Plistosen paling sedikit terjadi 5 kali jaman es (jaman
glasial). Pada jaman glasial sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia
bagian utara ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen, Pegunungan Cherpatia
dan Pegunungan Himalaya Di antara 4 jaman es ini terdapat jaman Intra Glasial,
dimana iklim bumi lebih hangat. Manusia purba jawa (Homo erectus yang dulu
disebut Pithecanthropus erectus) muncul pada Kala Plistosen. Manusia Modern
yang mempunyai peradaban baru muncul pada Kala Holosen. Flora dan fauna yang
hidup pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup
sekarang.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
segala semua yang telah diterangkan diatas kami tim penulis dapat menyimpulkan
beberapa point – point penting yang dapat dipetik dari makalah tentang asal
mula kehidupan di bumi. Point – point penting tersebut adalah :
Bahwa
Asal mula kehidupan itu sampai sekarang masih diperdebatkan dan belum diketahui
dengan pasti dari mana dan kapan evolusi kehidupan telah ada.
Kehidupan
telah menciptakan peradaban baru bagi makhluk hidup.
Kehidupan
sangat diperlukan makhluk hidup untuk melestarikan jenisnya.
Semua
makhluk hidup mengalami Evolusi dari masa ke masa.
DFTAR
PUSTAKA
Aly Abdullah, Drs. dan Ir. EnyRahma.
2010. MKUD IlmuAlamiahDasar. Jakarta :
PT.Bumi
Aksara.
http://www.sibarasok.com/2013/04/teori-asal-usul-kehidupan.html
http://ensikloditya.blogspot.com/2010/11/asal-mula-kehidupan-di-bumi.html
http://bhatarilarasati94.wordpress.com/2013/05/29/asal-mula-kehidupan-di-bumi/
http://djunijanto.wordpress.com/materi/sejarah-pembentukan-bumi-berdasarkan-zaman/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar